RSS

Multimeter Analog Vs Digital

01 Apr

1.Multimeter Analog

avometerMeter-meter Analog mengambil sedikit tenaga dari rangkaian yang diuji untuk mengoperasikan jarum penunjuknya. Alat harus bersensitivitas tinggi setidaknya 20k /V atau memposisikan pembenahan pembacaan untuk rangkaian yang diuji. Cermati pada sesi dibawah ini sensitivitas untuk telitinya.

Battery didalam meter untuk menyediakan jangkah pengukuran resistansi, akan habis dalam masa tahunan tetapi membiarkan meter pada jangkah pengukuran resistansi akan membuat batteray terus bekerja sampai habis.

Jangkah rata-rata multimeter analog seperti digambarkan:
(Nilai teganagan dan arus adalah nilai maksimum setiap jangkah ukur)

  • Tegangan DC: 0.5V, 2.5V, 10V, 50V, 250V, 1000V.
  • Tegangan AC: 10V, 50V, 250V, 1000V.
  • Arus DC: 50µA, 2.5mA, 25mA, 250mA.
    Jangkah ukur arus tinggi hilang pada tipe meter ini.
  • Arus AC: Tak ada. (Anda menginginkan mengukurnya).
  • Resistansi: 20, 200, 2k, 20k, 200k.
    Nilai resistansi adalah nilai tengah setiap jangkah pengukuran.

Merupakan ide yang bagus untuk multimeter analog meletakkan jangkah tegangan DC layaknya 10V ketika tidak digunakan. Adalah agar tidak rusak oleh pemakaian sembrono jangkah ini, dan mudah diubah kemanapun sesuai yang diinginkan!

Sensitivitas dari multimeter analog

Multimeter harus berada pada sensitivitas tinggi setidaknya 20k/V dengan kata lain jangkah tegangan DC berada sangat rendah perlu pembenaran pembacaan. Untuk memenuhi pembacaan yang benar(valid) resistansi meter harus sepuluh kali resistansi alat yang diukur (lakukan ini , nilai lebih tinggi dekat dengan dimana meter dihubungkan). anda dapat menaikan resistansi meter dengan memilih jangkah ukur yang lebih tinggi ,tetapi akan mendapatkan pembacaan dengan akurasi yang sangat rendah!

Pada beberapa jangkah ukur teganagan DC:
Meter Analog Resistansi = Sensitivitas × Max. jangkah pembacaan
contoh sebuah meter denganh 20k/V sensitivitas saat jangkah 10V dengan resistansi 20k/V × 10V = 200k.

Berkebalikan, multimeter digital memiliki resistansi konstan 1M (often 10M) untuk seluruh jangkah ukur tegangan DC. Ini lebih dari cukup untuk seluruh rangkaian.

2. Multimeter Digital

avometer digitalSeluruh multimeter digital mempunyai batteray untuk memberi daya pada penampilannya juga tidak membutuhkan daya dari rangkaian dalam pengukurannya . Ini berarti dalam jangkah DC mempunyai resistansi tinggi (biasa disebut impedansi input) dalam 1M atau lebih, biasanya 10M, dan sangat tidak mempengaruhi pada rangkaian yang diukur.

Rata-rata jangkah ukur untuk multimeter digital:
(merupakan nilai maksimum pembacaan pada setiap jangkahnya)

  • Tegangan DC: 200mV, 2000mV, 20V, 200V, 600V.
  • Tegangan AC: 200V, 600V.
  • Arus DC: 200µA, 2000µA, 20mA, 200mA, 10A*.
    * Jangkah10A biasanya tak berpemutus arus disambung dengan socket khusus.
  • Arus AC: Tak ada. (Anda menginginkan mengukurnya).
  • Resistansi: 200, 2000, 20k, 200k, 2000k, Diode Test.

Meter digital mempunyai kekhususan pengetes diode sebab jangkah pengukur resistansinya tidak dapat untuk mengukur diode dan komponen semikoduktor yang lain.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 1 April 2011 in Elektronika

 

2 responses to “Multimeter Analog Vs Digital

  1. abizakii

    1 April 2011 at 11:03

    Assalamu’alaikum

    salam kenal bang🙂

     
  2. ICT-SMPI Al-Azhar 23 Semarang

    1 April 2011 at 11:31

    Waalaikum salam Wr wb
    salam kenal juga bang….🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: